Putri Pambajeng

everything you can imagine is real. -Picasso


Aku dengan Ruangku dan Kamu dengan Waktumu


Bukankah mereka telah berhasil?
Kini, aku melupamu dan kau melupaku
Bukankah itu adil?
Netraku tak lagi menangkap eksistensimu
Hadirku tak lagi mengusik harimu

Jika ditanya, apakah aku rindu?
Ya, tentu..
Tapi apa kau berbalik merinduku?
Tidak, tentu..

Maka ini akhir yang cantik
Ruang dan waktu mendiamkan hati yang berisik
Ruang menarikku waktu menarikmu
Membuat celah yang menjadikan raga dan jiwa terpisah

Ruang membuatku buta
Waktu membuatmu tuli
Masih ku dengar kau merintih tapi tubuhmu tak bisa ku raih
Masih kau lihat aku bersedih tapi tak bisa kau dengar aku mengucap kasih

Kenapa bumi dan langit tak bisa membantu?
Seakan semua jalan ialah jalan buntu

Bila ruang memberiku cukup waktu
Dan waktu memberimu cukup ruang
Kan ku berikan secercah rinduku padamu
Dan kan ku terima setitik pilu darimu

Ah..
Ruang dan waktu tak sebaik itu
Kita bukan lagi cincin dan jemari yang saling melengkapi
Kita hanya indera yang lumpuh pada tubuh yang tengah bersimpuh



Putri Pambajeng,
24 Juni 2017


Pecandu Senja

Semburat oranye berpadu
Didominasi warna abu

Sore ini tak begitu indah ya kawan
Langit senja tertutup awan pertanda hujan
Aku jadi ingin menangis
Melihat indahnya langit yang teriris
Sungguh tragis..

Aku tahu kau kecewa disana
Wahai anak muda pecandu senja
Maafkanlah aku..
Yang tak bisa mengubah semu itu
Menjadi warna indah seperti maumu



Putri Pambajeng,
04 Juni 2017



Gadis Kecil Bersurai Biru

Ilalang memandangnya penuh rindu
Pepohonan memanggilnya tanpa ragu
Oh gadis kecil bersurai biru..

Tidakkah kau ingin menetap disini?
Membangunkan sang fajar dari gelapnya awan hitam
Tidakkah kau ingin menari bersama kami?
Menciptakan pelangi dipenghujung malam

Kenapa kau harus pergi lagi?
Tidakkah kau bahagia bersama kami?
Oh malang..
Senyum gadis kecil perlahan hilang
Berganti tangisan penuh penyesalan
Gadis kecil memilih pergi bersama pemberi kehidupan

Meninggalkan ilalang dan pepohonan
Memberikan kemenangan pada awan hitam
Membuat pelangi hilang diterpa malam




Putri Pambajeng,
04 Juni 2017


Si 15

Si 15 ini masih ingin mencari
Masih berharap akan mimpi
Si 15 terus menunggu
Agar bisa bertemu
Sang pemilik rindu

Si 15 ini mencintainya
Sang pujangga muda
Pembawa berita duka

Si 15 ingin berjuang
Agar tak dikekang
Tapi sekarang
Ia merasa lelah
Cuma bisa pasrah
Dengan rasa marah
Karena telah menyerah

Si 15 rindu sang ibu
Rindu sang empu
Tapi ia tak berkutik
Demi bintang yang ingin ia petik

Akulah, si 15 itu



Putri Pambajeng,
23 Mei 2017


Aku, yang Memilih Terbangun dari Mimpi


Di sini
Berkutat dengan ekspektasi
Khayalan tinggi
Tak terlepas dari mimpi-mimpi
Kuseorang diri
Menatap ruang sunyi
Dalam hati

Berharap kan terjadi
Datangnya sang pelangi
Tuk menuntun pergi
Dari angan-angan ini
Kan menghadapi
Kenyataan pedih
Di dunia kejam berbalut surgawi




Putri Pambajeng,
27 April 2017


Untuknya, Seniman Pemeluk Semua Harapan


Coba bayangkan
Aku yang selalu gusar
Ingin mengungkapkan
Rasa tak terbalaskan
Apa ini kesalahan?
Menaruh rasa padanya
Yang bahkan
Menganggapku saja tidak akan

Aku selalu memohon pada Tuhan
Agar rasa ini segera hilang
Tapi apa?
Semakin kucoba lupakan
Semakin dalam rasa ini tertanam
Ah.. Sudahlah..
Menghilanglah!
Bersama senyum yang sampai sekarang
Masih terlihat di angan-angan




Putri Pambajeng,
27 April 2017
Assalamualaikum Wr.Wb.

Yang saya hormati Ibu Ani Setyowati, S.Pd
Dan teman-teman yang saya sayangi

                Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. atas rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini dengan keadaan  sehat walafiat. Shalawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan nabi besar kita Nabi Muhammad Saw., sahabat-sahabatnya, serta para pengikutnya hingga akhir zaman. Dalam kesempatan kali ini, perkenankan saya untuk menyampaikan pidato dengan judul Menghadapi Pencemaran Udara di Era Global.

                Hadirin sekalian, bukan sebuah rahasia lagi bagi kita bahwa udara di lingkungan kita telah tercemar. Penyebab dari tercemarnya udara di lingkungan kita ini bisa bersumber dari manusia atau dapat berasal dari alam. Bersumber dari manusia, kita contohkan saja seperti asap pabrik, asap kendaraan bermotor, ataupun saat kita membakar sampah. Bersumber dari alam, kita contohkan saat gunung berapi mengalami erupsi akan mengeluarkan debu, gas CO2, SO2, dan H2S. Kita bisa melihat partikel-partikel zat padat yang mencemari udara diantaranya berupa debu, jelaga, dan partikel logam. Partikel logam yang paling banyak menyebabkan pencemaran  adalah Pb (Timbal) yang berasal dari pembakaran bensin yang mengandung TEL (tetraethyl timbel).

                Pencemaran udara yang terjadi tentu saja memiliki dampak bagi kehidupan manusia dalam beberapa hal. Dalam segi kesehatan, pencemaran udara bisa mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan dan penyakit seperti ISPA, kanker kulit, kanker mata, katarak,bronkitis, dan penyakit lainnya. Dalam segi lingkungan, pencemaran udara bisa menurunkan kualitas udara untuk pernafasan semua organisme, menyebabkan hujan asam, tanaman yang tumbuh dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, efek rumah kaca, pemanasan global, dan kerusakan lapisan ozon.

                Di era global ini, kita harus bisa mencegah dan mengatasi pencemaran udara yang terjadi. Pencemaran udara dapat dicegah dengan beberapa cara, yakni :
1.       Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil
2.       Mencegah penebangan liar dan menggalakkan reboisasi
3.       Mecegah kebakaran hutan
4.       Menetapkan UU yang tegas tentang emisi kendaraan dan pabrik
5.       Mengganti penggunaan bahan-bahan berbahaya dengan bahan yang lebih ramah lingkungan, dan
6.       Membuat jalur hijau serta air mancur

        Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran udara, yakni :
1.       Lokalisasi industri dan mengharuskan pabrik yang menghasilkan gas pencemar untuk memasang filter
2.       Tidak memakai lemari es yang mengandung CFC
3.       Memanfaatkan biogas sebagai bahan bakar


                Dengan beberapa upaya tersebut, diharapkan pencemaran udara yang terjadi dapat kita hindari. Ayo kita buat udara kita menjadi udara baik dan sehat bagi kelangsungan hidup. Sekian pidato dari saya, terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian.

 Wassalamualaikum Wr. Wb.